Berita UtamaLimapuluh KotaSafasindo NewsSumbar

MAN LIMAPULUH KOTA STUDY TIRU KE PONDOK TAHFIDZ SYEKH ACHMAD KHATIB MINANGKABAUWI

1 Mins read

MAN Lima Puluh Kota telah melakukan studi tiru ke pondok tahfiz Syekh Achmad Khatib Al-Minangkabawi dan Taajul Huffazh serta melakukan kunjungan edukasi plus kerjasama ke UIN Syekh Jamil Djambek pada hari Kamis,17 November 2022.Kegiatan ini didukung oleh alumni MAN Limapuluh Kota . H.Yos Sariadi yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten 50 Kota.
Kunjungan tersebut sungguh meninggalkan kesan yang amat mendalam, rombongan sangat merasakan keikhlasan dari pimpinan pondok untuk berbagi ilmu serta pimpinan pondok tersebut terlihat sekali ketawadhua’an mereka. “kalau bpk datang ke taajul huffazh mencari dan belajar kesempurnaan tidak akan bpk dapatkan Namun jika Bapak dan rombongan datang ke Taajul Huffazh mencari yg belum ada di bpk mudah mudahan disini bisa Bapak dapatkan” hal ini disampaiakn Pimpinan pondok Taajul Huffazh tersebut ketika merespon sambutan Bapak Intan Marajo kepala MAN Limapuluh Kota yang menyampaiakan bahwa dari kunjungan tersebut kami berharap kiranya Pimpinan pesantren berkenan berbagi metode yang diiterapkan di pondok tersebut dan dapat ditularkan dan dilaksanakan di tempat kami.


Di pondok Syekh Achmad Khatib Al-Minangkabawi pendamping studi tiru dan siswa siswi mendapatkan banyak ilmu diantaranya bagaimana pentingnya mencintai Al-Qur’an dan usia tua bukanlah alasan untuk tidak bisa menghapal Al-Qur’an lagi,karena Allah telah memberikan kemudahan menghapal Al-Qur’an bagi yang ingin dan bersungguh-sungguh.selanjutnya, ustadz Afdhill Fadhil menyampaikan bahwa kalua keinginan untuk menhafal al-Qur’an telah muncul ada diri seseorang aka nada jalannya tapi kalau keinginan ndak ada 1000 alasan nantinya akan muncul.Dalam kesempatan tersebut ustad Afdhil juga menyampaikan al-Qur’an adalah sebaik-baik teman.


Adab kepada orang tua dan guru adalah hal yang sangat penting bagi para penghapal Al-Qur’an, karena kesuksesan dalam menghapal Al-Qur’an tak terlepas dari Ridho keduanya yang disampaikan oleh pimpinan Taajul Huffazh Ustadz Ari Jauharuddin dalam sambutannya.Selanjutnya di Taajul Huffazh ini juga dijelaskan metode menghapal Al-Qur’an yakni metode at-taisyir. Ustadz Ari Jauharuddin juga memberikan motivasi bahwa “jika selembar kertas saja bisa jadi mulia karena tertulis diatasnya ayat-ayat Al-Qur’an,bagaimana dengan orang yang hapal ayat-ayat tersebut, MasyaaAllah”


Dari tiga destinasi tersebut,rombongan mendapat motivasi bahwa hidup akan mulia dengan Al-Qur’an, sebagaimana yang dikatakan bapak Dekan FUAD bahwa hafiz Qur’an itu dicari ,sebagai buktinya Bapak dekan menyampaiakan bahwa jurusan IAT sering didatangi untuk mencari hafizh qur’an baik untuk menjadi imam masjid ataupun ikut ajang MTQ. bukan mencari peluang pekerjaan .
Semoga dari perjalanan ini menambah semangat untuk memanfaatkan kesempatan untuk menghapal Al-Qur’an karena seorang penghapal Al-Qur’an akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. (***)

92 posts

About author
Penyiar Radio Safasindo, Penulis, Guru dan Peneliti Budaya
Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *