Kota PayakumbuhSafasindo News

Optimalkan Keberadaan IPLT, Pemko Payakumbuh ,Sedimen Lumpur Tinja Bakal Diolah Jadi Pupuk

1 Mins read

Dengan telah berfungsinya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang baru, bantuan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI yang berada di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Pemerintah Kota Payakumbuh bertekad akan meminimalkan pencemaran sebagai dampak dari air limbah domestik (limbah tinja rumah tangga).

Walikota Riza Falepi kepada media,Senin 29 Maret 2021 mengatakan, dukungan kementerian sangat membuat kita senang dan kita semua berharap kerjasama dan komunikasi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan, dengan tujuan mengoptimalisasi pelayanan publik di Kota Payakumbuh. IPLT sudah dibangun, pengelolaan selanjutnya adalah tantangan bagi kita semua.

Limbah yang telah diolah di IPLT, akan menjadi cairan yang bisa layak dibuang ke badan penerima seperti saluran dan sungai tanpa adanya zat pencemar lagi. Tidak mungkin limbah domestik atau tinja bisa diturunkan pencemarannya tanpa instalasi pengolahan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Payakumbuh Marta Minanda mengatakan, meski IPLT Payakumbuh baru berjalan 2 bulan sejak diresmikan, namun karena sudah meningkatnya jumlah septic tank masyarakat yang sesuai dengan standar teknis ditambah dengan program Pemko yang sudah membangun septic tank bagi sekitar 4000 rumah warga di Payakumbuh sejak 2017 lalu, sampai-sampai saat ini sudah banyak antrian layanan sedot tinja yang masuk.

Marta jelaskan dalam melayani kebutuhan masyarakat Payakumbuh, pemko telah memberikan subsidi dalam pelayanan sedot tinja. Untuk biaya operasional dibutuhkan biaya lebih kurang Rp.380.000 per tiap kali penyedotan. Retribusi yang kita kenakan kepada masyarakat sebesar Rp. 130.000, dari jumlah ini, Marta sampaikan pemko telah mensubsidinya sebesar Rp.250.000. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan menggunakan jasa swasta.

Keberadaan IPLT bagi Pemko Payakumbuh sangat memberikan multiplier efek, selain dampak kesehatan bagi masyarakat dengan meminimalisir pencemaran lingkungan akibat limbah domestik, ada keuntungan kecil lainnya yang bisa didapatkan yaitu nilai tambah dari output pengelolaan lumpur tinja, yaitu sedimen atau endapan.

Marta katakan Pemko Payakumbuh saat ini tengah menyiapkan sarana dan prasarana tambahan agar limbah domestik tersebut dapat terkelola dengan baik dan memiliki nilai tambah. Ada output berbentuk pupuk organik untuk tanaman tertentu yang dihasilkan dari sedimen yang telah diuraikan di pengelolaan IPLT.

Untuk mendukung itu, kedepan Pemko akan menambah besarnya kapasitas sarana hangar jemur sedimen (Sludge Drying Bed), sementara itu dari 30 kubik limbah yang diolah, ditaksir baru bisa menghasilkan maksimal kira-kira 5 kubik endapan perhari.**

Related posts
AudioKota PayakumbuhSafasindo News

Perubahan RPJMD 2017-2022 dan APBD 2021 Disampaikan Sekdako Rida Ananda Dalam Dua Rapat Paripurna

3 Mins read
Pemerintah Kota Payakumbuh bersama dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) telah membahas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Payakumbuh Tahun 2021, dalam rapat…
Kota PayakumbuhPendidikanSafasindo News

Walikota H. Riza Falepi , Akhir Agustus PBM Tatap Akan Dimulai

1 Mins read
Pemko Payakumbuh tengah menjajaki proses belajar dan mengajar (PBM) di SD/SMP/SMA/SMK secara tatap muka di era New Normal Covid-19. Walikota H. Riza…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *