AudioKota PayakumbuhSafasindo News

Sadarkan Masyarakat Akan Bahaya Stunting, Kornita Sofia Wakili Payakumbuh Penilaian Penyuluh Agama Tingkat Propinsi

3 Mins read

Untuk mengevaluasi kinerja sekaligus mengangkat pamor Penyuluh Agama Islam, Kementrian Agama Wilayah Sumbar adakan penilaian penyuluh agama teladan baik yang fungsional dan non PNS. Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya.

Pada tahun ini Kota Payakumbuh diwakili oleh Kornita Sofia penyuluh agama fungsional yang bertugas di KUA Payakumbuh Utara dan wilayah kerjanya di Kelurahan Opang Tanah Sirah Kecamatan Payakumbuh Utara dan non PNS dari Kecamatan Payakumbuh Barat Bustanil Ulum. Pada hari ini, Selasa 2 Agustus 2022 merupakan untuk Payakumbuh lakukan penilaian oleh tim dewan juri dari Kakanwil Propinsi Sumatra Barat.

Penilaian dilakukan di Kantor Lurah Ompang Tanah Sirah, dihadiri Walikota Payakumbuh diwakili Irwan Suwandi selaku Kabag Kesra,Kakan Kemenag Payakumbuh Ramza Husmen serta jajarannya, Camat Payakumbuh Utara, Lurah, LPM, RT/RW serta tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Kornita Sofia usai penilaian saat dihubungi mengatakan, dirinya tak menyangka bisa mewakili Kota Payakumbuh ditingkat propinsi pada penilaian Penyuluh Agama Teladan tahun ini. Karna 10 penyuluh yang lain mereka juga hebat-hebat dan juga memiliki program serta daya jual yang tinggi yang digelutinya.

“Terpilihnya saya pada penilaian Penyuluh Agam Islam pada tahun ini, karna memiliki keunikan dan berbeda dari penyuluh agama yang lainnya. Dari pembinaan yang diberikan oleh Kakan Kemenag serta jajarannya dan teman-teman untuk mengambil isu yang hangat saat ini, yakni Stunting maka sayapun jalani dan menselaraskannya dengan ajaran Agama Islam. Alhamdulillah perjuangan itu berhasil dan mewakili Payakumbuh untuk penilaian tingkat propinsi,”kata Kornita Sofia.

Selain itu saya juga kerjasama dengan Radio Safasindo FM, dalam program Samara yang menjadi narasumber diacara tersebut setiap hari Jumat pukul 10 WIB. Diacara ini Sofia sampaikan, saya juga bisa menyampaikan pesan-pesan terkait masalah rumah tangga kepada masyarakat umum serta cara mengatasinya sesuai ajaran Agama Islam.

Kornita Sofia jelaskan, sebetulnya Stunting ini bukan dari lembaganya untuk mengurus dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Namun ketika kita kaitkan dengan ajaran Agama Islam yang terdapat dalam surah Annisa ayat 9, disitu dibunyikan dan diperintahkan bahwa kita itu jangan meninggalkan generasi yang lemah.

“Bertolak dari sinilah kita berjalan dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dari sisi kesehatan kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan, sementara disisi agamanya kita memberikan pengertian dan arahan sesuai ajaran Islam. Alhamdulillah dari tahun ketahun perjalanan yang dilakukan dapat tempat serta diterima masyarakat. Buktinya banyak kaum ibu-ibu yang curhat serta bertanya kepada saya,”ungkap Ibu dari 4 orang anak tersebut.

Selain itu kita juga berhasil mendirikan BP4 di Kelurahan Ampang Tanah Sirah, untuk konsultasi masalah keluarga warga masyarakat sekitar, sekaligus memberikan pengetahuan terkait stunting kepada yang akan menikah dan juga untuk ibu-ibu hamil.

Kornita Sofia utarakan banyak suka duka dan pengalaman yang berharga didapatkan dilapangan. Kalau kita sedang diuji oleh Alloh, yang menurut kita sudah berat, ketika kita turun kelapangan ternyata banyak lagi yang lain lebih berat dari kita yang dihadapinya.

Dari sekian lama menjadi penyuluh, ada beberapa cerita dan kisah yang dialami pasangan muda yang hingga saat ini selalu teringat dan sedih ketika menceritakan masalahnya. Sofia ceritakan, dimana pasang muda itu istrinya diuji oleh Alloh saat anaknya 2 orang masih kecil dan suaminya dipanggil oleh Alloh. Sementara kehidupan belum mapan dan ibu tersebut juga tidak memiliki pekerjaan, bayangkan kalau posisi itu berada sama kita, kuatkah kita?

Dengan nada sedikit tertahan, Sofia sampaikan disinilah peran kita selaku penyuluh memberikan nasehat dan ilmu agama kepada mereka, karna Alloh itu tidak akan menguji hambanya kalau hamba itu tidak kuat. Dari fungsi BP4 nya kisah ini kita sampaikan kepada yang akan menikah, jangan hendaknya mengalami karna selain kita anakpun jadi korban. “Ketika kebutuhan tidak terpenuhi gizipun tak tercukupi maka penyakitpun akan datang, ujungnya kita meninggalkan generasi yang lemah. Karna pesiapan dalam rumah tangga belum kita siapkan,” ulas Sofia.

Bicara optimis bisa masuk 6 besar dipropinsi, Sofia utarakan pertama tentu kita berharap iya bisa lolos, kedua saat ini kita lakukan dulu sebaik mungkin tugas yang diamanahkan kepada diri saya. Dari 19 Kota dan Kabupaten yang ada tentu utusan tersebut juga memiliki program yang baik juga.

Kabag Kesra Irwan Suwandi serta Kakan Kemenag Payakumbuh Ramza Husmen berharap, semoga penyuluh fungsional dan non PNS yang diniali oleh tim juri bisa lolos 6 besar. “Serta bisa mewakili Sumbar di Nasional, melalui program dan tobosan yang dilakukan oleh penyuluh agama kita,”kata Irwan Suwandi dan diaminkan oleh Kakan Kemenag.

Berikut komentar Kornita Sofia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *