AudioKota PayakumbuhSafasindo News

Tetap Laksanakan Protap Kesehatan, Edichan Chaniago,Posko Mandiri Covid-19 Perumnas Kubang Gajah Akan Tetap Berdiri Hingga Wabah Ini Hilang

2 Mins read

Menjelang New Normal, sejumlah posko mandiri yang ada dimasing-masing kelurahan telah banyak yang tidak aktif lagi, hal itu tidak bagi posko mandiri Perumnas Kubang Gajah, yang berada di Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan. Hal tersebut dapat kita lihat suasana jelang memasuki Perumnas Kubang Gajah,didepan posko, semua masyarakat yang masuk, mereka diharuskan cuci tangan dan pakai masker, jika tidak yang bersangkutan akan disuruh balik kanan.

Edichan Chaniago selaku ketua Posko Mandiri Covid-19 Perumnas Kubang Gajah saat ditemui mengatakan, kita dan warga Perumnas Kubang Gajah selalu melakukan protap kesehatan. Semua warga Perumnas Kubang Gajah dan masyarakat luar, yang ingin memasuki perumnas, mereka harus cuci tangan ditempat yang telah disediak didepan posko dan pakai masker. Hal tersebut tampa terkecuali siapaun mereka,karna ini sudah disepakati oleh warga perumnas dan didukung oleh aturan saat ini.

Terkait dengan masih berdiri dan aktifnya posko ini, Edichan Chaniago jelaskan ini tak terlepas dari peran serta warga masyarakat Perumnas Kubang Gajah yang masih solid dan kompak untuk memperjuangkan agar posko ini terus ada. Hingga wabah ini dinyatakan hilang oleh pemerintah, Ketua Posko katakan masyarakat akan terus berupaya untuk mempertahankan posko ini tetap berdiri.

Hal tersebut dilakukan untuk memperjuangkan memutus mata rantai penyebaran virus Corona untuk warga Perumnas Kubang Gajah. Alhamdulillah hingga saat ini Edichan Chaniago terangkan warga Perumnas Kubang Gajah belum ada yang dinyatakan positif Covid-19, dirinya berharap semoga hal ini bisa bertahan hingga wabah ini hilang di daerah kita ini.

Terkait adanya salah seorang warga Perumnas Kubang Gajah, yang jatuh pinsan didepan Ramaya Payakumbuh tersebut, Edichan Chaniago jelaskan yang bersangkutan sering mengalami kejadian serupa, karna Asam Lambung. Jika dirinya lupa untuk makan, maka Asam Lambungnya kambuh. Hal tersebut juga dibenarkan oleh pihak keluarga saat ditemui dirumah kediamannya. Edichan Chaniago jelaskan jadi tidak benar yang bersangkutan terjangkit wabah virus saat ini .

Disamping kejadian tersebut Edichan Chaniago jelaskan terkait adanya isu warga masyarakat yang mengatakan cairan disinfektan berbahaya dan tidak baik bagi pakaian dan tubuh, hal itu tidak bagi cairan disinfektan yang dipakai di posko Perumnas Kubang Gajah, cairan disinfektan yang digunakan beda dengan bahan yang dipakai oleh orang lain, bekerja untuk membunuh kuman namun tidak merusak untuk pakaian dan tubuh manusia.

Untuk semua keperluan yang dibutuhkan oleh pemuda yang berjaga diposko,untuk komsumsi itu bisa diatasi oleh warga setempat, bahkan sering diberikan kepada anak-anak sekitar, karna banyaknya warga yang memberi,meski petugas yang berjaga ada 4 shift. Yang perlu ada perhatian oleh pemerintah baik kecamatan dan kota, Edichan Chaniago sampaikan yakni keperluan dan ketersediaan bahan disinfektan yang digunakan saat ini.

Untuk sati harinya menghabiskan 1,5 liter, harga satu liternya ada 200 ribu lebih, dari awal hingga saat ini ada warga setepat yang jadi donatur. Namun melihat kondisi saat ini banyak aktifitas dan ekonomi masyarakat yang tidak stabil tentu hal tersebut tidak mungkin dipenuhi oleh donatur tersebut. Untuk ketersedian bahan cairan tersebut Edichan Chaniago berharap ada bantuan dana baik dari pihak kecamatan maupun kota atau donatur lainnya. Hal ini dibutuhkan tak lain dan tak bukan untuk tetap terlaksana protap kesehatan dan menghindari warga masyarakat dari penyebaran virus Corona.

Berikut komentar Edichan Chaniago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *