Kota PayakumbuhSafasindo News

Tidak Lagi Menjadi Sentral Ayam Bras Petelur, Kecamatan Mungka Berhasil Jadi Sentral Kuliner Khas Daerah

2 Mins read

Kecamatan Mungka salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas daerah 83,76 KM² dan jumlah penduduk 27.024 orang. Semenjak tahun 90 dikenal sebagai sentral dari diprodiksinya industri ayam bras petelur. Namun semenjak beberapa tahun belakangan setelah dikeluarkannya data dari dinas peternakan dan kesehatan hewan terkait semakin menurunya produksi ayam petelur di Kecamatan ini. Mungka tidak lagi menjadi sentral dari diproduksinya ayam petelur. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Camat Mungka Ricky Edward saat menjadi Narasumber dalam program talkshow yang diadakan di Radio Safasindo kerja sama dengan DISKOMINFO Kab 50 Kota, Jum’at 5 November 2021.

Talkshow dipandu oleh Masuda penyiar Radio Safasindo, dalam acara tersebut Camat Mungka Ricky Edward mengungkapkan, untuk saat ini karena semakin berkurangnya potensi ayam petelur di Kecamatan Mungka, saat ini Kecamatan mungka tidak lagi menjadi sentral ayam petelur, akan tetapi menjadi sentral dari produksi ayam pertelur yaitu guguak dan mungkin juga harau, hal ini sesuai dengan informasi dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Meskipun tidak lagi menjadi sentral ayam pertelur aparatur petugas di kantor Camat Mungka berupaya agar potensi yang ada di kecamatan Mungka baik dari segi Pariwisata ataupun dari sisi UMKM untuk dapat terus berkembamg dan meningkat dari waktu kewaktu.

Kasi Kesejahteraan dan Sosial Kec Mungka Nur Sam mengungkapkan diiantara salah satu sumber perekenomian masyarakat kecamatan mungka yaitu UMKM industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Sehingga sebagai bentuk kepedulian pemerintah kecamatan telah melakukan pendataan tentang UMKM atau IRTP yang ada di Kec Mungka. Kemudian dari hasil pendataan IRTP didapatkan beberapa wilayah yang memproduksi IRTP seperti Produksi rendang keripik balado, beras rendang, kulit lumpia, dan ganepo.

Kemudian untuk pemasarannya terutama rendang berdasarkan data dari hasil pendataan kegiatan dan diperoleh secara langsung dari pelaku UMKM, mereka mengatakan bahwa pemasaran IRTP telah menembus hingga keluar Negri seperti Cina, Swis, Belanda, Amerika Serikat, Australia dan yang lainnya. Pemasaran ini sudah berlangsung selama lebih kurang lima tahun lamanya.

Ricky Edward menjelaskan untuk saat ini, yang lebih menonjol dari Kec Mungka dari pantauan pemerintah belum ada kerajinan dalam bentuk produksi industri rumah tangga. Namun banyak dalam bentuk masakan kuliner atau makanan. Seperti rendang yang ada di tiga nagari, kecuali Sungai Antuan, dan Simpang Kapuak, untuk daerah ini belum ada industri rumah tangga yang bisa menyiapkan seperti di Mungka, Jepang Menganti yaitu rendang, dan ganepo.

Nursam menambahkan, di Mungka ada dua home industri rendang yang terdata dan produktif tapi yang besar di wilayah Mungka Tengah sudah punya karyawan 6 orang kalau yang di Jepang menganti baru 2 orang.

Untuk saat ini sebagai wajud keperdulian pemerintah Nagari keberlangsungan perkembangan UMKM bagi pelaku usaha yaitu dengan memberikan pelatihan, awalnya pemerintah melakukan pendataan dan mengedukasi pelaku kuliner agar dapat mempromosikan usaha baik melalui medsos maupun spanduk terkait dengan apa yang di usahakan.

Nursam jelaskan, untuk wilayah UKM Mungka belum ada koperasi yg mewadahi pelaku usaha, namun untuk kedepannya kita akan mendorong pelaku usaha untuk bersatu membentuk kelompok koperasi jika memungkinkan maka kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan dinas koperasi, karena koperasi ini bukan hanya untuk meminjam uang tapi juga dalam mengayomi UKM sendiri dan bisa sebagai sarana untuk mencari pemasaran terhadap produknya.

Nursam berharap agar kedepannya pemerintah daerah atau dinas terkait lebih peduli lagi dan berkenan meberikan pembinaan, pelatihan dan lain sebagainya untuk kemajuan UMKM di Kecamatan Mungka di masa mendatang.

Penulis: Annisa
Editor : Nedi
COPYRIGHT©SAFASINDO 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *