Kota PayakumbuhPendidikanSafasindo News

Walikota H. Riza Falepi , Akhir Agustus PBM Tatap Akan Dimulai

1 Mins read

Pemko Payakumbuh tengah menjajaki proses belajar dan mengajar (PBM) di SD/SMP/SMA/SMK secara tatap muka di era New Normal Covid-19. Walikota H. Riza Falepi perintahkan Sekdako H. Rida Ananda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan BPBD untuk mengkaji, memulai PBM dimasa pendemi virus corona deasase ini.

Untuk mengambil keputusan kebijakan PBM di era pandemi itu, walikota juga meminta sekdako berkoordinasi dengan Forkopimda selaku wakil ketua Tim Gugus Tugas Pecegahan Covid-19 di kota ini.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, Rabu 12 Agustus di balaikota menginformasikan, keinginan memulai PBM itu sudah dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Barat.

Walikota katakan proses PBM di Payakumbuh harus dilakukan secara ketat. Protokol kesehatan harus dilakukan disemua sekolah. Untuk sementara, di tingkat sekolah dasar, PBM baru diberlakukan di kelas-kelas tinggi. Kelas rendah, di tingkat SD kelas 1,2,dan 3 hanya belajar satu hari dalam seminggu.

Walikota jelaskan, bagaimana sekema PBM tatap muka itu saat ini tengah disusun pihak dinas pendidikan. Yang jelas, ketentuan normatif, seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun itu wajib dilakukan disemua sekolah.

Meski sekolah tatap muka sudah dibuka, bukan berarti sekolah daring tidak dilakukan. Menurut walikota, didampingi Kadisdik Agustion dan Kadiskominfo Jhon Kenedi, malahan sekolah daring juga akan diintensifkan. Karena, sekolah tatap muka itu, hanya dilakukan 3 jam per hari. Untuk menambah jam belajar, diperlukan sekolah daring.

Selama PBM dalam situasi Covid-19, seluruh guru dan murid, tidak boleh meninggalkan daerah (Payakumbuh). Larangan ke luar kota itu, dimaksudkan agar guru dan murid, benar-benar terjamin tidak terpapar Covid-19.

Bagi yang terlanjur keluar daerah, atau dari kota/kabupaten zona merah, guru dan murid bersangkutan wajib menjalani SWAB. Di bagian lain, walikota juga melarang sekolah menerima tamu dari kota dan kabupaten dari zona merah atau zona kuning.

Terkait kapan dimulainya tatap muka, walikota katakan tergantung kesiapan Disdik menyiapkan ketentuan protokol kesehatan dalam PBM tatap muka itu. Paling cepat, tanggal 18 Agustus dan paling lambat tanggal 24 Agustus 2020. Sementara itu, pihak pemko juga akan memperkuat akses internet di kelurahan, untuk menampung para pelajar yang tidak memiliki paket data.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *